Rabu, 22 Januari 2025

TENTANG AGAMA

 Agama yang di akui dunia ada 6 antara lain adalah :



Islam 
Kristen
Katolik
Hindu
Budha
Konghucu



A. Pendahuluan Budaya religius merupakan salah satu metode pendidikan nilai yang komprehensif karena dalam perwujudannya terdapat inkulnasi nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan-pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan hidup yang lain.Maka dari itu, dapat dikatakan mewujudkan budaya religius di sekolah merupakan salah satu upaya untuk menginternalisasikan nilai keagamaan ke dalam diri peserta didik. Selain itu, hal itu menunukkan fungsi sekolah, sebagaimana diungkapkan Abdul Latif.



B. Pembahasan 1. Agama dan Budaya Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Banyak agama memiliki narasi, simbol, dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup dan / atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semesta. Dari keyakinan mereka tentang kosmos dan sifat manusia, orang memperoleh moralitas, etika, hukum agama atau gaya hidup yang disukai. Menurut beberapa perkiraan, ada sekitar 4.200 agama di dunia. 



2. Interpretasi Agama dalam Budaya Interpretasi tentang agama dan budaya tidak hanya sekedar meilhat defenisi agama dan budaya, bila hal tersebut terjadi adalah hal yang salah karena pemaknaan agama dan budaya dilihat dari sudut pandang pemahaman keilmuan tentang agama dan budaya itu sendiri dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai hal yang terkadang parsialitik atau integralistik. Pemahaman bahwa Agama Islam disebut Din dan Al-Din , sebagai lembaga Ilahi untuk memimpin manusia untuk mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat adalah hal yang benar tetapi harus dihidupkan dalam kegiatan kehidupan sehari-hari. Secara fenomenologis. Agama Islam dapat dipandang ini membuat agama berkonotasi kata benda sebab agama dipandang sebagai himpunan doktrin



3. Budaya Agama (Menghidupkan Integralisk: sekolah/madrasah) Lingkungan dan iklim keagamaan di lingkungan madrasah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Dirjen Binbagais Depag RI menjelskan bahwa iklim keagamaan sebagai ciri khas pendidikan dasar dan menengah saat di wujudkan dengan cara. Menciptakan uasana kehidupan madrasah yang agamis, Adanya sarana ibadah, Penggunaan metode pendekatan yang agamis dalam penyajian bahan pelajaran bagi setiap mata pelajaran yang memungkinkan, Kualifiksi guru, yaitu guru harus beragama Islam dan beraklah mulia



Faktor-faktor yang mendukung dalam membentuk budaya organisasi yang Islami menurut Hasan antara lain sebagai berikut:
 a) Organisasi Diperlukan suatu struktur organisasi yang mampu menamin penerapan budaya yang Islami di dalam organisasi yang terdiri atas sebagai berikut. Pertama, penanggung jawab program. Kedua, sebagai tim pengarah yang terdiri atas pimpinan lapisan kedua atau sesuai dengan kondisi. Ketiga, tim fasilitator yang terdiri atas unsur pimpinan atau orang lain yang mampu dan berminat besar untuk melakukan tugas tersebut. Keempat, kelompok budaya yang terdiri dari atas karyawan langsung terkait dalam status pekerjaan dalam arti bisa satu jenis pekerjaan dalam arti bisa satu enis pekerjaan dalam arti bisa satu jenis pekerjaan, satu naungan koordinasi, dan sebagainya
b) Komitmen pimpinan tertinggi Salah satu kunci keberhasilan dari program ialah adanya komitmen langsung dari pimpinan puncak yang diimplementasikan baik melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Pimpinan herus memberikan contoh dan suri teladan kepada bawahannya dan berupaya terus-menerus untuk menjadikannya sebagai upaya pembentukan budaya yang baik.
 c) Komunikasi Dalam melaksankan program ini, keterampilan komunikasi merupakan faktor penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang kondusif agar nilainilai luhur dapat teraktualisasi dalam sikap dan perilaku organisasi. Keberhasilan proses berdasarkan pada tingkat interaksi individu yang terkait sehingga tempat tingkat kepercayaan, semakin baik kualitas kepercayaannya, semakin baik kualitas kera samanya. Kondisi semacam ini harus semakin dapat terwujud agar tingkat sinergi bisa tercapai sehingga hasil (out put) program menjadi emakin berkualitas. 
d) Motivasi Motivasi merupakan salah satu komponen penting dalam meraih kesuksesan suatu proses kerja karena memilki unsur pendorong untuk melakukan pekerjaannya sendiri maupun kelompok. Suatu dorongan dapat berasal dari dalam diri sendiri, yaitu berupa kesadaran diri untuk bekerja lebih baik atau memberikan yang terbaik bagi kelompok dengan berbagai macam alasan yang baik dan luhur. Akan tetapi, tidak semua orang mempunyai dorongan yang positif dengan mudah. Ada kalanya mereka membutuhkan orang lain yang berperan sebagai motivator.
e) Lingkungan kerja Lingkungan kera kondusif dapat mendukung terciptanya budaya organisasi yang baik, seperti tantangan, keterlibatan, kesungguhan, kebebasan mengambil keputusan, tersedinya waktu untuk ide-ide baru, tinggi rendahnya tingkat konflik, keterlibatan dalam tukar pendapat, suasana yang santai, tingkat saling percaya, dan keterbukaan. Dengan dimensi lingkungan kera seperti tersebut, akan memberi peluang semua unsur manajemen dapat berfungsi seperti yang diharapkan. Konflik yang terjadi di lingkungan kerja kerap kali berpengaruh besar terhadap kinerja  



NATAL

 



Natal adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam ibadah malam pada tanggal 24 Desember; dan ibadah pagi tanggal 25 Desember. Beberapa gereja Ortodoks merayakan Natal pada tanggal 6 Januari (lihat pula Epifani).

Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Beberapa tradisi Natal yang berasal dari Barat antara lain adalah pohon Natalkartu Natal, bertukar hadiah annara teman, dan anggota keluarga serta kisah tentang Santa Klaus atau Sinterklas.

Etimologi

Kata "natal" diserap dari bahasa Portugis, yakni natal, yang diturunkan dari ungkapan bahasa Latin Dies Natalis (Hari Lahir), merupakan bentukan kata kerja nāscor (nāscerisnāscīnātus sum).[1][a] Kata tersebut juga dipakai dalam bahasa-bahasa Roman lainnya, seperti natale (Italia), dan nadal (Katala). Kata nadal dalam bahasa Spanyol mulai usang dan secara bertahap kata navidad mulai sering dipakai untuk merujuk hari natal dengan ucapan khas yang mendunia yaitu "Feliz Navidad".[4]

IDUL ADHA

  Iduladha (bahasa Arab: عيد الأضحى) adalah sebuah hari raya dalam agama Islam. Hari ini memperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya Isma'il sebagai wujud kepatuhan terhadap Allah. Sebelum Ibrahim mengorbankan putranya, Allah menggantikan Ismail dengan domba. Untuk memperingati kejadian ini, hewan ternak disembelih sebagai kurban setiap tahun.

Iduladha jatuh pada tanggal 10 bulan Zulhijah atau 70 hari setelah Idulfitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik merupakan hari yang diharamkan untuk berpuasa bagi umat Islam. Pada hari Iduladha, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Id bersama-sama di tanah lapang atau di masjid. Setelah salat, penyembelihan hewan kurban dilaksanakan. Sepertiga daging hewan dikonsumsi oleh keluarga yang berkurban, sementara sisanya disedekahkan atau dibagikan kepada orang lain. Terkadang Iduladha disebut pula sebagai Idulkurban atau Lebaran Haji.

Salah satu ujian utama dalam hidup Ibrahim adalah menerima perintah Allah untuk mengorbankan putra kesayangannya. Perintah ini diterima Ibrahim melalui mimpi yang terus berulang. Ibrahim tahu bahwa ini adalah perintah dari Allah dan dia memberi tahu putranya, seperti yang dinyatakan dalam Al-Qur'an.

Salah satu ujian utama dalam hidup Ibrahim adalah menerima perintah Allah untuk mengorbankan putra kesayangannya. Perintah ini diterima Ibrahim melalui mimpi yang terus berulang. Ibrahim tahu bahwa ini adalah perintah dari Allah dan dia memberi tahu putranya, seperti yang dinyatakan dalam Al-Qur'an.








NYEPI

 









 Nyepi adalah hari suci umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka.


Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender śaka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi.[butuh rujukan] Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru śaka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.

Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.




IMLEK

  Imlek (lafal Hokkian 阴历/陰曆, im-le̍k, Mandarin pinyin: yin li, yang artinya kalender bulan) atau Kalender Tionghoa adalah kalender lunisolar yang dibentuk dengan menggabungkan kalender bulan dan kalender matahari.

Kalender Tionghoa sekarang masih digunakan untuk memperingati berbagai hari perayaan tradisional Tionghoa dan memilih hari yang paling menguntungkan untuk perkawinan atau pembukaan usaha. Kalender Tionghoa dikenal juga dengan sebutan lain seperti "Kalender Agrikultur" (nónglì 农历/農曆), "Kalender Yin 阴历/陰曆" (karena berhubungan dengan aspek bulan), "Kalender Lama" (jìulì 旧历/舊曆) setelah "Kalender Baru" (xīnlì 新历/新曆) yaitu Kalender Masehi, diadopsi sebagai kalender resmi, dan "Kalender Xià 夏历/夏曆" yang pada hakikatnya tidak sama dengan kalender saat ini.


WAISAK

 Waisak (Pali: Vesākha Pūjā; Sanskerta: Vaiśākha), juga dikenal sebagai Trisuci Waisak, merupakan hari raya terpenting Buddhisme yang memperingati kelahiran, kecerahan, dan wafatnya Buddha Gotama.[1] Kata vesak berasal dari istilah Pali vesākha atau Sanskerta vaiśākha untuk nama bulan Vaisakha pada kalender India kuno, yang diyakini sebagai bulan kelahiran Buddha.[2] Hari raya Waisak juga sering disebut sebagai Hari Buddha.

Waisak biasanya jatuh sekitar bulan Mei (tahun biasa) atau bulan Juni (tahun kabisat) pada waktu bulan purnama untuk memperingati tiga peristiwa penting yang, secara tradisional, terjadi pada bulan yang sama dengan tahun yang berbeda.

Keputusan merayakan Waisak dinyatakan dalam Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists - WFB) yang pertama di Sri Lanka pada tahun 1950. Dalam tradisi Asia Timur, perayaan Hari Lahir Buddha biasanya terjadi sekitar waktu tradisional Waisak, sedangkan kecerahan dan wafatnya Buddha dirayakan sebagai hari raya terpisah yang terjadi pada waktu lain dalam kalender seperti Hari Bodhi dan Hari Nibbāna. Dalam tradisi Asia Selatan, hari Waisak menandai kelahiran, kecerahan, dan wafatnya Sang Buddha.[3][4][5][6] Di Indonesia, peringatan tiga peristiwa suci ini disebut sebagai "Trisuci Waisak".




Rabu, 15 Januari 2025

FOTO PROFILE